Wednesday, June 29, 2011
Wednesday, June 15, 2011
waaa... template baru... ^^
Friday, June 10, 2011
My life on your hand..
Pada umumnya setiap orang akan berkembang pada setiap tahapan usia dari sejak janin hingga kematian. Perkembangan tersebut terdiri dari perkembangan secara fisik, kognitif, dan sosio-emosional. Beberapa ahli mengelompokkan tahap-tahap perkembangan berserta konflik yang terjadi.
Ya.. Memang pada umumnya seperti itu..
Namun aku berpikir.. Apakah aku mau menjalani tahapan tersebut hanya sebagaimana pada umumnya. Aku tidak mau kuliah karena alasan pada umumnya setelah lulus SMA, orang-orang kuliah. Aku tidak mau asal bekerja apa saja karena alasan pada umumnya orang-orang bekerja untuk mencari nafkah. Aku tidak mau menikah hanya karena alasan pada umumnya orang-orang akan berkeluarga. Aku tidak mau melakukan sesuatu hanya karena alasan pada umumnya.
Aku ingin menjalani sesuatu karena suatu tujuan yang harus aku raih. Seperti saat ini, aku kuliah di jurusan psikologi karena aku memang menyukai bidang ini sejak SMP. Aku merasa terpanggil untuk membantu orang-orang yang berada dalam kesulitan secara psikologis.
Namun, konsep “pada umumnya” terkadang berbenturan juga dengan idealisme yang aku miliki.
Seperti yang pernah aku utarakan, cita-citaku adalah menjadi psikolog anak. Pengen juga nanti kaya Kak Seto, jadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Hehe.. Ini berarti aku harus menyelesaikan pendidikanku sebagai sarjana psikologi di sekitar usia 22. Kata Mba Anne (psi anak), sebaiknya aku kerja di LSM minimal 2 tahun sebagai batu loncatan untuk lanjut s2 di luar negeri (beasiswa. Amin). Kenapa harus di luar negeri? Begini alasannya: jadi, program master untuk psikolog di Indonesia itu belum bagus. Taruhlah misalnya aku sekolah di Australia atau Malaysia selama maksimal tiga tahun (masih saran Mba Anne). Coba kita hitung-hitung usia aku setelah lulus s2…
22+2+3= 27
Hemm..
Disinilah letak konsep “pada umumnya” menyerang. Pada umumnya, wanita usia 27 sudah menikah. Papa sudah mengingatkan, jangan sampai karena keasikan mengejar cita-cita jadi lupa masalah personal.
Jadi, apakah aku harus mengorbankan cita-citaku hanya untuk mengikuti konsep “pada umumnya”..??
Beberapa orang memang mudah untuk menemukan panggilannnya. Beberapa orang memilih untuk menjadi pendeta karena ingin melayani Tuhan secara full time. Beberapa orang memilih untuk menjadi dokter karena memang minat dan kemampuannya memang di bidang tersebut. Beberapa orang dengan mudah menemukan profesi yang mereka cintai, dan orang yang mereka kasihi untuk sebagai pasangan hidup.
Saat ini aku tetap merasa terpanggil untuk menjadi psikolog anak. Memang tidak mudah untuk mencapainya namun aku akan tetap berjuang selama aku bisa.
Masa depan tidak ada yang tahu kecuali Tuhan. Ntah aku akan benar-benar menjadi psikolog anak, aktivis sosial, atau profesi lain. Ntah apa aku akan menikah atau tidak. Jika aku menikah, ntah aku akan menikahi pria gondrong, atau botak , kurus atau gemuk, hitam atau putih, orang karo, orang manado, china, atau suku yang lain. Ntah tidak punya anak atau punya anak.
Semua bisa saja berubah..
Aku hanya berharap aku benar-benar menjalani kehidupan ini sesuai dengan panggilan-Nya.
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang - Amsal 23:18 :D
Thursday, June 2, 2011
the pursuit of happiness
Wednesday, June 1, 2011
second celebration on first June

Tuesday, May 31, 2011
Emerging adulthood -> becoming an adult
Suatu Senin Pagi di depan Sekretariat Fakultas Psikologi ada tiga orang mahasiswa berkumpul. Dhanie, Julian dan Veli (gw).
Gw : udah umur 21, jaim dikit ahh.. hahaha..
Julian : iiikkhh..
Gw : kenapa? Soalnya kan kl udh 21 harus lebih dewasa dan mikirin kedepannya mau gemana.
Julian : iya. Umur 21 emang udah mikirin ke depannya gmn, tapi jangan jaim. Jangan mau dibawa sama lingkungan sosial.
Gw : habisnya gw childish (& ekspresif). kan maluuuu... Hmm.. mungkin gw terlalu mikirin apa kata orang.
Julian : Iya, bener. Lu terlalu mikirin apa kata orang. Lu kya gmn juga pasti ada aja orang yang ga suka.
Gw : hmm..
Julian : Lu sesuain diri lu sama norma yang ada, tapi lu jangan menghilangkan keunikan lu. Nanti lu apa bedanya sama yang lain?
Gw : tapi gw kan childish, Jul.
Julian : Itu kan ciri khas lu, Vel...
Percakapan di atas adalah percakapan antara gw dan Julian setelah feedback wawancara.
Content dari percakapan tersebut kalau ditinjau dari sisi psikologi adalah hal yang sangat amat wajar. Dalam ilmu psikologi, transisi dari remaja ke dewasa ini disebut juga emerging adulthood.
Orang yang mengalami masa transisi ini umumnya berada di umur 18 – 25 tahun. Dalam masa transisi ini terdapat lima hal penting, yaitu:
- Pencarian identitas: khususnya dalam hal pekerjaan dan percintaan. Betul sekali. Hahaha.. dan saya juga masih mencari menunggu yang dicari.. xD
- Instability. Seseorang akan mengalami ketidakstabilan dalam proses pencarian identitasnya. Seseorang mungkin akan berganti-ganti keinginan pada masa transisi ini. Misalnya : perubahan minat pekerjaan atau perubahan tipe lelaki yang disukai. Hmm.. minat pekerjaan cenderung menetap. Gw suka bidang klinis dan passion ada di bidang anak. Cita-cita gw pengen jadi psikolog kya dosen m.k observasi, psikologi faal dan psikopatologi anak, yaitu Mba Annelia Sari. Beliau udah banyak banget pengalamannya. Sangat menarik. Kalau tipe lelaki yang disukai sih masih sama, tetapi sayang, belum ditemukan. hahaha..
- Self-focused. Seseorang menjadi terlalu fokus pada diri sendiri, dan hanya sedikit menaruh perhatian kepada lingkungan sosialnya. Saat ini, self-focused tidak terjadi dalam diri gw. Malah gw lebih berfokus sama lingkungan sosial gw, sama keluarga, sahabat-sahabat, dan teman-teman gw.
- Feeling-in-between. Seseorang merasa tidak tahu harus menganggap diri sebagai remaja atau dewasa. Naaaaahh.. Yang bagian ini yang paling sering terjadi.. err.. ini adalah proyeksi dari percakapan gw n Julian itu... Gw sebenarnya menganggap diri dewasa, tapi terkadang sifat remaja gw kambuh. ampun deh klo udh kambuh udah macam ababil galau.. hahaha.. ><
- The Age of possibilities. Masa yang tepat bagi seseorang untuk memperbaiki ataupun menetapkan jalan hidup yang baik untuk di masa depannya. Orang yang merasa masa remajanya berjalan buruk dapat mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik. Yuuupp... Pada masa sekarang ini gw sedang memperbaiki dan menetapkan jalan hidup yang baik untuk masa depan gw.
Well, I'm just wanna enjoying my life day by day.. It's my life, I just wanna do everything with my way not yours or theirs. This is me. I hope you can take me as the way I am and we can be friend.
^_^
Wednesday, May 25, 2011
I feel so tired while enjoying today



alone and lonely.
Semakin tua dan dewasa, aku semakin menyadari betapa sulitnya menerima "it is what it is". Apalagi jika tidak sesuai dengan pemiki...
-
Actually.. I don't really like fashion and make up. Nowadays, I wear very casual style.. I have a lot of troubles with mix and macth m...
-
It's June already. Yes, don't be surprise. We are in the middle of the year now. I am pretty excited about what will happen for I ...
-
Semakin tua dan dewasa, aku semakin menyadari betapa sulitnya menerima "it is what it is". Apalagi jika tidak sesuai dengan pemiki...



