Monday, July 18, 2016

Walk that miles

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Matius 5:41

Setelah hampir dua tahun bergumul kemana saya harus pergi, akhirnya saya memutuskan untuk tetap pulang-pergi Jakarta (dan sekitarnya)- Bogor. Sebagai seorang manusia yang "nomaden", saya tetap memiliki homebase dimana saya kembali. Terkadang lelah memang. Ada perasaan ingin menetap dan memindahkan segalanya. Ingin rasanya fokus di titik ini. Namun panggilan saya ternyata tidak dapat saya tinggalkan. Meskipun panggilan itu mengharuskan saya berjalan satu mil lebih jauh. Artinya saya mengizinkan diri saya untuk tidak nyaman. Saya mengizinkan diri saya ditolak. Saya mengizinkan diri saya tidak menerima yang seharusnya saya terima. Saya mengizinkan diri saya mengalami "kesusahan". Semua beban itu adalah suatu beban karena cinta. Semua saya lakukan karena pertama-tama saya merasa dicintai sehingga saya ingin memberikan apa yang saya punya supaya orang lain merasakan apa yang saya rasakan (walaupun belum tentu mudah melakukannya). Saya tahu apa yang akan saya hadapi tidak semuanya akan nyaman. Sudah pasti akan melelahkan. Tapi saya sudah putuskan untuk "walk that miles". 






Sunday, July 10, 2016

another chapter.

After through a rough season of life - valley of darkness - I feel relief and can breath again.  I met someone a couple year ago. He seemed...