Saturday, March 23, 2013

Sabar versi lain

Belakangan ini aku banyak belajar hal-hal yang baru maupun diingatkan tentang hal-hal lama atau perpaduannya. Kalau dalam antropologi mungkin bisa dibilang alkuturasi dan asimilasi.
Begitulah kurang lebih.

Semua yang aku pelajari membawa aku lebih bahagia. Ya, aku belajar memilih BAHAGIA untuk meresponi kejadian yang terjadi. Tentu aja ada kejadian yang pertamanya bikin sedih, kesal, dan jengkel. Kalau aku terus-terusan jengkel, hal itu membawaku semakin terpuruk. Aku memilih memikirkan apa yang aku punya dan bahagia karenanya.

Dari pemikiran tersebut, aku belajar untuk BERSYUKUR dengan apa yang aku miliki. Berfokus dengan apa yang ada dapat membuat yang ada itu berlipat ganda. Setiap yang kita miliki adalah bentuk rasa percaya Tuhan pada kita, termasuk kelemahan-kelemahan kita.

Aku bersyukur juga memiliki KELEMAHAN, dari situ aku dapat menyadari siapa yang tulus mengasihi aku.
Aku harus mengucapkan terima kasih untuk dua hari belakangan ini pada dua orang yang berbeda.
Terima kasih mau menerima kelemahanku, menunggu dan bahkan mau berjalan BERSAMA untuk membantuku.
:)

Aku menyimpulkan semua itu menjadi satu kata: SABAR (dengan pengertian yang berbeda dari pemahamanku sebelumnya).

No comments:

Post a Comment

alone and lonely.

Semakin tua dan dewasa, aku semakin menyadari betapa sulitnya menerima "it is what it is". Apalagi jika tidak sesuai dengan pemiki...